Kontroversi Kereta Cepat Jakarta–Bandung
PLUS MINUS PROYEK
KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG
Pemerintah
Indonesia dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung seharusnya tidak gegabah
dalam memutuskan proyek tersebut. Alasannya, proyek tersebut memakan biaya
investasi yang cukup besar, yaitu mencapai US$ 5,5 miliar atau kurang lebih Rp
73 triliun.
Kamis,
21 Januari 2016 dilakukannya peletakan batu pertama (groundbreaking)
pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Menurut pidato Jokowi, proses
pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tak membebani anggaran Negara.
Pasalnya, APBN lebih difokuskan untuk pembangunan kawasan luar Jawa. APBN untuk
luar Jawa seperti Jalan Tol Sumatera, KA Makassar-Manado. Pembangunan ini akan
meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi era persaingan dan globalisasi
saat ini. Berdasarkan keterangan Direktur Utama pihak pelaksana pembangunan
kereta cepat Jakarta-Bandung, PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC),
Hanggoro Budi, kereta ini akan mulai beroperasi secara komersial pada 2019
setelah konstruksinya dikerjakan sepanjang 2016-2018. Satu rangkaiannya akan
terdiri dari delapan gerbong dengan kapasitas penumpang hingga 505 orang dalam
sekali perjalanan dengan harga tiket 250 ribu. Kecepatan kereta sendiri bisa
mencapai hingga 350 kilometer per jam sehingga waktu tempuh hanya 30 menit.
Para ahli mengatakan kereta cepat Jakarta-Bandung harus diawasi sedemikian
soalnya dengan jarak tempuh 250 Km/jam dan jumlah penumpang yang cukup banyak. Apabila
penanganan kurang memperhatikan standar keamanan maka akan berakibat fatal atau
malah menjadi bencana bagi masyarakat daerah pulau jawa. Pasalnya, kereta cepat ini membawa banyak nyawa tidak
seperti jalan tol yang kebanyakan adalah kecelakaan tunggal .
Proyek
kereta cepat Jakarta-Bandung menuai kontroversi dikalangan masyarakat yang
berakibat Kementerian Perhubungan belum mengeluarkan persetujuan izin trase
kepada badan usaha PT Kereta Cepat Indonesia Cina sebagai penggarap proyek. Menurut menteri perhubungan Jonan, banyak persyaratan
yang belum lengkap, antara lain analisis mengenai dampak lingkungan dan izin
trase serta banyak kontroversi.
Meskipun anggaran tersebut tidak diambil dari APBN dan
pelaksanaanya melalui cara bisnis to bisnis, tidak salah jika rakyat ikut
peduli dan mengkritisi pembangunan proyek kereta cepat tersebut. Jangan Sampai
proyek ini hanya menguntungkan kaum elit. Selain itu, proyek ini juga akan
sangat berdampak dengan apa yang akan terjadi antara Jakarta dengan Bandung baik dari sisi politik maupun social. Oleh
karena itu pemerintah diharapkan bisa menjelaskan kepada rakyat mengapa kereta
api cepat ini harus dibangun di Bandung dan Jakarta, memberikan penjelasan
selogis mungkin.
Jika pemerintah tidak
memberikan penjelasan dan membuat masyarakat bertanya-tanya terus, hal tersebut
tidak akan berdampak positif kepada
pemerintahan. Menurut Saya dalam FGD, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa
saja diperlukan meskipun telah ada sarana transportasi lain seperti jalan tol,
kereta api jalur Bandung-Bekasi, dan angkutan udara. Namun yang penting
menurutku adalah transparansi dalam perkerjaan proyek kereta cepat dan apa yang
menjadi kebijakan dasar pemerintah Indonesia dalam proyek yang menjadi
kontrovensi di kalangan masyarakat saat ini.
Walaupun banyak kontrovensi mengenai proyek kereta api cepat
Jakarta-Bandung, banyak masyarakat yang ingin cepat dalam pelakasanaanya
seperti yang dikatakan oleh
rekan-rekan saya dalam Forum
Group Discussion UNM yang mengatakan, proyek kereta cepat ini harus cepat dalam
pelaksanaanya supaya dapat mengurangi kemacetan dalam dua kota besar tersebut
dan dapat membantu masyarakat untuk bisa secara cepat menuju kota bandung atau
Jakarta dan akan meningkatkan interaksi sosial bagi kedua kota tersebut.
Menurutnya,walaupun dengan harga tiket 250 ribu itu merupakan harga yang tepat
untuk jarak tempuh yang cepat, akan tetapi harga tiket tersebut kurang membantu
masyarakat kalangan menengah ke bawah dan akan menguntungkan masyarakat
kalangan menengah keatas seperti artis-artis Ibu Kota dan pejabat Negara.
No urut 622 mengatakan kereta cepat Jakarta-Bandung juga
membantu dalam segi pelayanan kesehatan dikarenakan jarak tempuh hanya 30 menit
dengan jarak 140 Km dan sangat membantu pelayanan kesehatan ,ujarnya. Sedangkan
pendapat No urut 291 mengatakan, kereta cepat Bandung-Jakarta harus tetap
dilaksanakan walaupun banyak kontroversi dikarenakan memang kereta cepat
Jakarta-Bandung sudah merupakan jawaban atas kemacetan yang sekarang terjadi
dan kereta cepat akan membantu pertumbuhan ekonomi dan objek wisata Bandung dan
Jakarta dengan mudah dikujungi oleh wisatawan. Apalagi ketika proyek Jakarta
Bandung dikerjakan akan dapat menyerap SDM yang akan membantu perekonomian warga
Pulau Jawa dan sekitarnya, katanya akan membutuhkan sekitar 3500 pekerja, ujar
No urut 087.
Kesimpulan Saya dalam resume ini mengenai tema "Kontroversi
Kereta Cepat Jakarta-Bandung", dengan judul Plus Minus Proyek Kereta Cepat
Jakarta-Bandung. Kereta cepat Jakarta-bandung memang merupakan solusi bagi
kemacetan yang sedang dirasakan masyarakat Bandung dan Jakarta. Apalagi
kerugian yang diakibatkan kemacetan Jakarta-Bandung yang cukup besar senilai
28-30 triliun/tahun untuk Kota Jakarta,
sedangkan Bandung Raya mencapai 7 trillion/tahun ,ujar Jokowi dalam sebuah
station TV untuk menjawab kontroversi saat itu. Melihat kerugian yang diakibatkan
kemacetan cukup besar memang harus ada pemecahan masalah, salah satunya kereta
cepat ini. Banyak sisi positif dalam kereta cepat ini yakni mempermudah
interaksi sosial masyarakat Jakarta-Bandung dan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi serta meningkatkan nilai dari Negara Indonesia.
Pemerintah harus
menjelaskan kepada rakyat dalam hal yang
menjadi kontroversi, yakni siapa yang membangun, berapa besarkah anggaran yang
dihabiskan dan sumber anggaran, serta siapa yang bertanggung jawab dalam
pelaksanaan ini dan dampak negative dan positive bagi masyarakat. Katanya Negara
lain jauh lebih murah, betulkan, jelaskan hal-hal tersebut sehingga masyarakat
dapat mendukung penuh proses perkerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Sumber Referensi
https://www.tempo.co/topik/masalah/1321/proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung, diakses pada tgl.13 Maret 2016.
https://www.youtube.com/results?search_query=kontraversi+kereta+cepat+bandung+jakarta, diakses pada tgl. 13 maret 2016.
http://www.rappler.com/indonesia/121865-lini-masa-kontroversi-proyek-kereta-api-cepat-jakarta-bandung, diakses pada tgl.14 maret 2016.


